KATA
PENGANTAR
Kami
panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat-Nya
sehingga kami dapat menyusun makalah “Sejarah Penemuan Kembang Api” sebagai
pemenuhan tugas mata kuliah Sejarah dan Kepustakaan Kimia.
Banyak
sekali hambatan dalam penyusunan makalah ini baik itu masalah waktu, sarana,
dan lain-lain. Oleh sebab itu, selesainya makalah ini bukan semata-mata karena
kemampuan kami saja, banyak pihak yang mendukung dan membantu kami. Dalam
kesempatan ini kami selaku penyusun makalah mengucapkan terimakasih kepada
pihak-pihak yang memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam
pembuatan makalah ini.
Kami
berharap makalah ini nantinya dapat berguna bagi para pembaca. Apabila ada
kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan makalah, kami mengharapkan kritik dan
saran yang membangun agar dapat lebih baik lagi.
Yogyakarta, 27 April 2013
Tim Penyusun.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
ii
Daftar
isi
iii
Bab I Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
1
Rumusan Masalah
2
Bab II Pembahasan
Sejarah Penemuan Kembang Api
3
Komposisi Unsur Kimia pada Kembang Api
5
Proses Pembuatan Kembang Api
7
Manfaat
dan Kerugian Adanya Kembang Api
9
Bab
III Penutup
Kesimpulan
12
Daftar Pustaka
13
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Kita menjumpai aksi
kembang api hampir di setiap perayaan, baik di perayaan hari-hari besar agama,
perayaan tahun baru ataupun di acara ulang tahun di kebun rumah. Mulai dari
bentuk sparkler sampai fireworks bomb yang dimeriahkan dengan ledakan dan
atraksi gradasi warna yang menghiasi langit. Dewasa ini, keberadaan kembang api
tidak hanya sebagai pemeriah acara tetapi merupakan sebuah momentum yang wajib
ada dalam sebuah perayaan, karena itulah inovasi demi inovasi selalu diciptakan
demi terpenuhinya setiap permintaan.
Ketika kita
menikmati kembang api, mungkin ada yang bertanya, bagaimana sejarah pembuatan
dan apa penyusun dari kembang api tersebut, atau bahkan beberapa orang tidak
mengetahui dan acuh terhadap dibalik keindahan kembang api, baik dari sejarah
maupun penyusunya, apalagi seorang mahasiswa yang seharusnya mempunyai wawasan
luas baik sekecil apapun harusnya diketahui sebagai salah satu parameter dari
tingkat kepintaran mahasiswa.
Selain dipandang
dari segi keilmuan, kembang api bias dipandang secara ekonomis, karena memang
berbisnis kembang api sangat menjanjikan, dengan keindahan yang luar biasa
peminat dari konsumen pelihat indahnya kembang api semakin banyak, sehingga
pemenuhan permintaan dari konsumen sangat tinggi. Semakin tingginya permintaan kembang api ini kemudian berdampak
semakin meningkatnya harga jual kembang api. Pada dasarnya, bahan baku kembang
api tidak sulit dicari namun resiko pembuatan dan semakin rumitnya bentuk yang
diinginkan menyebabkan harga kembang api bahkan mencapai jutaan rupiah.
Hampir semua bahan baku yang digunakan dalam
pembuatan kembang api adalah bahan kimia yang kita kenal sehingga sebagai orang
yang berkecimpung dalam ilmu kimia selayaknya kita bisa mengetahui bagaimana
cara pembuatan kembang api. Kembang api selama ini telah dikenal masyarakat dan
pembuatannya merambah ke hampir seluruh lapisan masyarakat baik dalam skala
rumahan ataupun skala industri yang cukup besar, sehingga pengetahuan di
lingkup ini mutlak diperlukan khususnya bagi mahasiswa kimia.
Tak hanya bahan kimia kembang api yang penting
untuk diketahui, sejarah dari perkembangan kembang api juga penting, sejarah
komposisi, dan awal mula dari munculnya kembang api sangat menarik.
B. Rumusan
masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas, dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana sejarah penemuan kembang api?
2. Bagaimana komposisi kimia kembang api?
3. Bagaimana proses pembuatan kembang api?
4. Bagaimana manfaat dan kerugian adanya kembang api?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah Penemuan Kembang Api
Pada abad ke-10 sewaktu zaman yang
disebut Five Dynasties and Ten Kingdoms (907-960) dimana Tiongkok dalam keadaan
kalut setelah runtuhnya Dinasti Tang, Tiongkok terpecah belah, terjadi
penggantian-penggantian satu kerajaan dengan yang lain dalam waktu kurang dari
60 tahun. Pada masa itu ada kejadian, suatu kecelakaan semagnitus “big bang”
dalam laboratorium Guru Taois di Puri Zheng Yuan Miao Tao yang meledak seperti
“meth lab” jaman sekarang. Tercatat bahwa “membakar campuran belirang dan
karbit bisa meletus, dan menyebabkan tangan terbakar maupun menghanguskan
bangunan rumah”.
Kejadian tersebut merupakan suatu kejadian besar di Tiongkok yaitu
ditemukannya bahan peledak yang merupakan leluhurnya mesiu. Jika kebanyakan
penemuan besar dalam zaman modern ini sering terjadi berhubungan dengan sesuatu
kecelakaan, seperti Newton menemukan teori gaya tarik bumi karena kejatuhan
buah apel dan Madam Curie menderita kebutaan mata karena perledakan dalam
percobaannya untuk menemukan bahan radiasi Radium, tetapi amalgam belirang dan
karbit tersebut bukanlah penemuan secara kebetulan. Jauh sebelumnya telah
tercatat bahwa ramuan tersebut telah dipakai dalam berbagai penggunaan aneh di
Tiongkok.
Sebagai contoh, pada abad 4-5 diwaktu Dinasti Jin Timur, ramuan
tersebut pernah dicampur dengan getah pohon cemara dan lemak perut babi, dibuat
pil berbentuk seputih es yang dianggap berkhasiat mengobati segala penyakit dan
memperpanjang usia. Kemudian, pada abad ke-8 ada
ahli yang bisa membuat bahan serupa korek api dari ramuan bubuk belirang dan
karbit yang dibakar secara internal combustion. Ramuan tersebut diletakkan
dalam satu tempurung yang ditanam dibawah tanah, dan kayu arang diletakkan
diatasnya. Kemudian ramuan yang dibawah tanah tersebut dinyalakan dengan
memasukkan sabun lemak yang menyala kedalam tempurung tersebut, dan sisa abu
yang terbentuk dari campuran belirang, karbit dan sebagian arang itu
dikumpulkan setelah dingin. Bahan ini bisa dipakai sebagai bibit api. Hal ini
berdasarkan pengetahuan sifat pembakaran karbit yang telah banyak diteliti dan
dicatat sejak abad 3 dalam zaman Sam Kok.
Kurang lebih tiga ratus tahun sebelum kejadian
kecelakaan letusan diatas, pada awal Dinasty Tang, resep pembuatan bahan bakar
yang berupa tawas juga dibuat oleh seorang tabib Sun Si-Miao (581-682) yang
formulanya juga terdiri dari belirang, karbit, dan dicampur dengan sabun dari
lemak yang telah dihanguskan. Berdasarkan hal tersebut, formula pembuatan bahan
ledak yang pertama pada akhirnya dirumuskan oleh ahli pengolah Guru Taoist Qing
Xu pada Dinasti Tang tahun 808 dalam pembuatan bibit api tawasnya yang diberi
nama “ Rumus Rahasia Butir Mas Yang Maha Esa”, dasarnya terdiri dari campuran
belirang, karbit dan bahan karbon yang kemudian di kenal sebagai mesiu hitam
atau black powder. Nama China bagi bubuk hitam itu
adalah ‘huo yao’ atau bahan kimia api.
Jika mesiu dimasukkan ke dalam sepotong
bambu yang ada sumbunya, kemudian sumbu itu
dibakar, maka mesiu itu akan meletus dan
mengeluarkan suara ledakan keras. Petasan ini kemudian dipercaya dapat mengusir roh jahat. Kemudian petasan jenis ini dipakai
juga pada perayaan pernikahan, kemenangan perang, peristiwa gerhana bulan, dan upacara-upacara keagamaan. Baru pada saat Dinasti Song (960-1279) masyarakat di China
mendirikan pabrik petasan. Bahan baku tabung bambu kemudian diganti dengan
gulungan kertas yang kemudian dibungkus kertas merah di bagian luarnya. Petasan
ini kemudian menjadi dasar dari pembuatan kembang api, yang lebih menitik-
beratkan pada warna-warni dan bentuk pijar- pijar api di udara.
Versi lain tentang asal mula kembang api
menyebutkan bahwa kembang api tersebut ditemukan oleh bangsa India. Di wilayah
ini memang tradisi penggunaan petasan dan kembang api sangat hidup untuk
memeriahkan upacara pernikahan, acara keagamaan, upacara adat, dan sebagainya.
Namun hingga kini Cina masih dikenal sebagai produsen utama kembang api.
Wilayah Liu Yang menjadi pusat produksi kembang api di Cina.
Meskipun China dipercaya sebagai penemu,
namun pembuatan kembang api berkembang pesat di Eropa. Banyak pihak
percaya bahwa Marco Polo merupakan salah satu orang yang pernah ke China dan
membawa penemuan ini ke kawasan Timur Tengah. Marco
Polo membawa serbuk mesiu itu dari China ke Eropa pada abad ke-13. Selanjutnya,
Tentara Salib Eropa membawa penemuan ke Inggris.
Pada masa kekuasaan Ratu Elizabeth I,
kembang api banyak digunakan dalam upacara kerajaan. Sang ratu menyebut Raja
James II sebagai raja kembang api. Meski menawarkan gemerlap, penggunaan
kembang api juga menyimpan bahaya. Tragedi terbesar dalam sejarah penggunaan
kembang api yang terjadi pada upacara pernikahan Raja Louis XVI dengan
Antoinette pada 16 Mei 1770. Ledakan kembang api yang tak terkendali
mengakibatkan kurang lebih 800 orang meninggal dunia.
Pada perkembangannya, para ahli kembang api akhirnya bisa membuat kembang api berwarna- warni, seperti merah, kuning, hijau, dan biru. Warna merah berasal dari
strontium dan litium, warna kuning berasal dari natrium, warna hijau berasal
dari barium, dan warna biru dari tembaga. Campuran bahan kimia itu dibentuk ke
dalam kubus kecil-kecil yang disebut star. Star inilah yang menentukan warna
dan bentuk bila kembang api itu
meledak nantinya. Kumpulan star dimasukkan ke dalam silinder yang terbuat dari
kertas atau plastik. Kemudian dimasukkan pula bubuk mesiu serta sumbu untuk
menyalakannya.
Walaupun tidak ada bukti jelas tentang
manusia penemu kembang api, masyarakat Cina punya kebiasaan untuk merayakan
hari penghormatan kepada Biksu Li Tian. Tradisi ini dilangsungkan setiap
tanggal 18 April. Warga Cina mempercayai bahwa Li Tian merupakan tokoh penting
dalam penemuan kembang api.
B.
Komposisi Unsur Kimia
Kembang
Api
Terdapat 5 komposisi utama kembang api
yaitu: Binder, Oksidator, Reduktor, Agen Pemberi Warna, dan Regulator. Fungsi
masing-masing dijelaskan sebagai berikut:
Binder
Binder berfungsi untuk agen pengikat
sehingga seluruh bahan pembuat kembang api dapat dijadikan campuran berbentuk
pasta. Binder yang sering dipergunakan adalah dextrin.
Regulator
Logam biasanya ditambahkan untuk
mengatur kecepatan terjadinya reaksi pada kembang api. Semakin besar luas
permukaan logam maka semakin cepat reaksi akan berlangsung.
Fuel
Karbon atau thermit umumnya dipakai
sebagai fuel pada kembang api. Fuel akan melepaskan elektron pada oksidator.
Menyebabkan oksidator tereduksi, selama proses ini berlangsung maka akan
terjadi ikatan antara fuel dan oksigen membentuk produk yang lebih stabil,
peristiwa pembakaran ini hanya memerlukan sedikit energi agar reaksinya
berlangsung, dan ketika proses pembakaran dimulai maka akan dihasilkan energi
yang cukup banyak untuk melelehkan dan menguapkan material lain sehingga
terjadi percikan api yang menyebabkan terbentuknya cahaya kembang api.
Oksidator
Oksidator diperlukan sebagai penghasil
oksigen untuk memulai proses pembakaran. Bahan oksidator yang dipakai biasanya
dari golongan nitrat, klorat, ataupun perklorat. Awalnya nitrat dipakai sebagai
bahan oksidator dan senyawa yang sering dipakai adalah kalium nitrat. Penguraian kalium nitrat adalah sebagai
berikut:
2 KNO3 -> K2O + N2
+ 2.5 O2
Tidak semua oksigen dari KNO3
diubah menjadi oksigen, dan reaksi berjalan tidak begitu ekstrim sehingga mudah
di kontrol. Hal ini menyebabkan nitrat dipakai sebagai reaksi awal penyulutan
kembang api agar kembang api sampai di angkasa. Untuk mendapatkan
reaksi yang ekstrim (dalam arti kecepatan dan menghasilkan panas yang cukup)
maka diperlukan oksidator yang lebih kuat dibandingkan nitrat. Ingat agar
kembang api dapat menghasilkan kilatan cahaya maka kita harus membuat ion logam
agen pemberi warna tereksitasi untuk itulah diperlukan suhu yang tinggi.
Klorat merupakan oksidator yang lebih
baik dibandingkan dengan nirat, reaksi yang terjadi sangat ekplosif dan
menghasilkan suhu yang tinggi selain itu semua oksigen dalam klorat dapat
diubah menjadi oksigen. Memberikan oksigen dengan jumlah yang cukup untuk
proses pembakaran pada kembang api.
2 KClO3 -> 2KCl + 3 O2
Sayangnya klorat tidak stabil dan
diperlukan penanganan khusus dalam proses pembuatan kembang api, beberapa
senyawa klorat dapat meledak ketika dijatuhkan ke tanah. Oleh sebab itu
penggunaan klorat digantikan oleh perklorat. Perklorat sekarang banyak dipakai
pada industri kembang api karena stabil dan bereaksi sama ekstrimnya dengan
klorat.
KClO4 -> KCl + 2O2
Reduktor
Reduktor bereaksi dengan oksigen yang
dihasilkan oleh oksidator membentuk gas yang bertemperatur tinggi dan
mengembang dengan cepat. Reduktor yang dipakai biasanya adalah belerang dan
karbon.
S + O2 -> SO2
C + O2 -> CO2
Warna kembang api dihasilkan dari
pemanasan senyawa logam tertentu. Atom logam menyerap energi yang dihasilkan
dari reaksi oksidator dan reduktor di atas dan kemudian dia melepaskan energi
itu kembali dalam bentuk cahaya dengan warna tertentu. Energi yang diserap
menyebabkan electron logam melompat dari tingkat energi standarnya ke tingkat
energi yang lebih tinggi, dinamakan dengan istilah tereksitasi kemudian
electron terebut kembali ke tingkat energi semula dengan membebaskan energi
cahaya dengan panjang gelombang tertentu.
Berikut ini beberapa jenis atom (dalam
bentuk senyawa kimia masing-masing) yang di gunakan untuk membuat warna-warna
dalam kembang api, merah didapat dari
garam stronsium atau garam lithium. Contohnya adalah
litium karbonat Li2CO3 yang memberikan warna merah dan
Stronsium karbonat yang memberikan warna merah cerah. Warna oranye didapat
dari garam kalsium contohnya kalsium klorida CaCl2. Warna kuning didapat dari garam
natrium contohnya natrium lorida NaCl.
Warna hijau didapat dari garam barium atau
senyawa yang dapat menghasilkan gas Cl2. Contoh garam bariumnya
adalah BaCl2. Warna biru
didapat dari senyawaan tembaga contohnya tembaga(I)
klorida CuCl. Warna ungu didapat dari campuran
antara garam stronsium dan garam tembaga. Karena stronsium memberikan warna
merah dan tembaga memberikan warna biru maka campuran kedua garam ini akan
menghasilkan warna ungu. Warna
putih/silver didapat dari logam magnesium,
titanium, ataupun aluminium.
C.
Proses Pembuatan Kembang Api
1. Bahan dan Alat
Bahan-bahan :
Bahan-bahan yang
digunakan dalam pembuatan Kembang api adalah sebagai berikut:
· 300 bagian Kalium klorat (KClO3)
· 60 bagian alumunium
· 20 bagian arang
· 10% larutan gula
· 500 bagian stronsium nitrat/ Sr(NO3)2 (
pilihan, untuk warna merah)
· 60 bagian barium nitrat/ Ba(NO3)2 (pilihan,
untuk warna hijau)
· Kertas karton tebal
· Sumbu
Alat-alat :
Alat yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
·
Panci
·
Sendok stainless
steel
·
Sarung tangan
·
Gunting
·
Lakban
·
Korek api
·
Neraca
·
Pulpen
Proses
Pembuatan :
1. Buatlah sebuah tabung dari kertas karton tebal , ukuran disesuaikan
dengan selera.
2. Campur semua bahan kering (Kalium klorat, alumunium, arang) di
dalam panci, tambahkan larutan gula sehingga campuran tadi terlihat kental dan
berbentuk pasta.
3. Masukkan pembuat warna yang disukai seperti stronsium nitrat atau
barium nitrat.
4. Masukkan cairan ke dalam tabung dan tancapkan pulpen kosong ke
tengah-tengah tabung. Biarkan selama 1 jam.
5. Sesudah 1 jam, cabut pulpen tersebut dan masukkan sumbu. Sumbat
bagian yang longgar dengan kapas.
6. Bungkus tabung tersebut dengan Lakban hitam namun sisakan lubang
pada tengah-tengah tabung pada bagian sumbu.
2. Analisis
Bahan-bahan yang
digunakan dalam pembuatan kembang api tentu memiliki fungsi tertentu. Fungsi
dari bahan-bahan tersebut dapat ditulis sebagai berikut:
1.
Kalium Klorat
Kalium klorat berfungsi sebagai
pengoksidasi. Pengoksidasi menghasilkan oksigen untuk membakar campuran bahan.
2.
Alumunium
Alumunium digunakan untuk
memproduksi nyala api berwarna silver dan putih. Alumunium adalah bahan penting
dalam pembuatan kembang api.
3.
Arang
Arang adalah sumber karbon. Arang
berfungsi sebagai agen pereduksi. Agen pereduksi digunakan untuk membakar
oksigen yang dibentuk oleh pengoksidasi. Bahan ini dapat memproduksi gas panas.
4.
Dextrin/ larutan
gula
Larutan gula berfungsi sebagai agen
pengikat semua bahan.
5.
Stronsium Nitrat
atau Barium Nitrat
Kedua senyawa ini digunakan untuk
memberikan warna pada kembang api sehingga kembang api terlihat lebih menarik
dan mempesona.
Kembang api terdiri dari berbagai bahan kimia yang dicampur.
Bahan-bahan kimia ini tercampur dengan air untuk membentuk sebuah pasta yang kemudian
dituangkan ke dalam tabung kertas yang telah disiapkan. Setelah campuran itu
mengering, didapatkanlah sebuah kembang api. Alumunium, besi dan logam yang
digunakan berfungsi untuk menciptakan nyala terang, berupa percikan terang.
Bahan bakar dan pengoksidasi memiliki proporsi tersendiri sehingga kembang api
terbakar perlahan, tidak meledak seperti kembang api petasan.
Kembang api terdiri dari beberapa
hal, yaitu:
·
Pengoksidasi
·
Bahan bakar
·
Bahan
pengikat yang mudah terbakar
Dalam penambahan komponen atau bahan-bahan, pewarna dan senyawa,
reaksi kimia pasti terjadi. Biasanya, kembang api terdiri dari arang dan
tembaga. Kembang api bisa menggunakan bahan ini sebagai pengikat bahan bakar.
Bahan pengikat ini biasanya gula, starch, atau shellac. Kalium nitrat atau
kalium klorat digunakan sebagai zat pengoksidasi. Bahan-bahan kembang api
sangat mudah. Misalnya, sebuah kembang api hanya terdiri dari kalium perklorat,
titanium atau alumunium, dan larutan gula.
D. Manfaat dan Kerugian Adanya Kembang
Api
Manfaat adanya kembang api
antara lain :
1.
Upacara adat, upacara pernikahan, keagamaan
Di wilayah India tradisi penggunaan
petasan dan kembang api sangat hidup, yaitu untuk memeriahkan
upacara pernikahan, acara keagamaan, upacara adat, dan sebagainya.
2.
Perayaan hari-hari penting
Kembang api
sudah seperti menjadi menu wajib bagi setiap peringatan hari-hari penting
seperti perayaan tahun baru, lebaran, ramadhan, pernikahan,
dan lain-lain. Gemerlap cahaya kembang
api di langit malam kerap dianggap sebagai simbol kemeriahan, kebahagiaan, dan
juga kemenangan. Kembang api menjadi tanda positif bagi kehidupan manusia.
Keberadaannya memberi atmosfer ceria dalam setiap acara penting.
3.
Festival kembang api
Festival
kembang api memang sangat menarik untuk dilihat. Namun, di Yanshui, Taiwan, ada
festival kembang api yang lain. Kembang api tidak dilepaskan ke udara, tetapi
dilepaskan ke kerumunan orang. Meskipun setiap peserta diharuskan memakai alat
pelindung, tetap saja, lusinan orang menderita luka bakar atau cedera setiap
tahun. Menurut
cerita, perayaan ini bermula ketika kota kecil Yanshui dilanda wabah penyakit.
Saat itu, pemimpin kuil meminta warga untuk menembakkan kembang api ke sebuah
parade untuk menakut-nakuti roh jahat.
4.
Bisnis musiman
Salah satu
contoh bisnis musiman adalah berjualan kembang api, tentu semua orang sudah
familiar dengan kembang api. Kembang api identik dengan lebaran idul fitri dan
tahun baru.
Di tahun baru dan lebaran banyak
orang yang mengadakan pesta kembang api, hal ini dapat mendatangkan penghasilan
yang lumayan bagi orang yang mau menjual kembang api pada saat itu.
Kerugian yang ditimbulkan akibat adanya kembang api :
1.
Pencemaran Lingkungan
Alison
Tomlin dan rekan-rekannya di Universitas Leeds mengukur konsentrasi
partikel-partikel yang dihasilkan dari perayaan api unggun dan kembang api.
Dengan memasukkan data yang mereka peroleh ke sebuah model sederhana mereka
menemukan bahwa pada puncak perayaan tersebut, udara berjelaga yang dihasilkan
mengandung sekitar 10 kali lebih banyak partikel dibanding keadaan normal di
siang hari.
Tomlin
menunjukkan bahwa pembakaran tidak sempurna akibat api unggun dan kembang api
yang terbuka, bisa mengarah pada peningkatan jumlah partikel berjelaga di atas
konsentrasi sehari-hari di perkotaan. Imbas partikel-partikel ini terhadap
kesehatan manusia dan lingkungan tergantung pada ukuran dan kandungan kimianya.
Partikel-partikel
dalam penelitian ini cenderung lebih besar dibanding yang berasal dari emisi
kendaraan tetapi masih cukup kecil untuk menyebabkan masalah-masalah kesehatan,
seperti penyakit pernafasan dan kardiovaskuler. Disamping itu,
partikel-partikel ini memiliki imbas yang lebih besar terhadap iklim karena
masa tinggalnya di atmosfer yang lebih lama.
2.
Ledakan yang
membahayakan
Meski
menawarkan gemerlap, penggunaan kembang api juga menyimpan bahaya. Tragedi terbesar dalam
sejarah penggunaan kembang api yang terjadi pada upacara pernikahan Raja Louis
XVI dengan Antoinette pada 16 Mei 1770. Ledakan kembang api yang tak terkendali
mengakibatkan kurang lebih 800 orang meninggal dunia. maka oleh karena itu
dimohon untuk memperhatikan cara bermain kembang api yang tepat dan benar demi keamanan
masing masing.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapat
dismpulkan bahwa :
1.
Kembang api ditemukan di China. Meskipun orang yang pertama kali
menemukan kembang api belum diketahui, namun maasyarakat China mempercayai
bahwa penemu kembang api adalah Li Tian.
2.
Terdapat
5 komposisi utama kembang api yaitu: Binder, Oksidator, Reduktor, Agen Pemberi
Warna, dan Regulator.
3.
Cara membuat kembang api yaitu, langkah awal membuat sebuah tabung dari
kertas karton tebal; mencampur semua bahan
kering (Kalium klorat, alumunium, arang) di dalam panci, tambahkan larutan gula
sehingga campuran tadi terlihat kental dan berbentuk pasta; memasukkan pembuat warna yang disukai seperti stronsium nitrat atau
barium nitrat; memasukkan cairan ke dalam tabung dan
tancapkan pulpen kosong ke tengah-tengah tabung. Biarkan selama 1 jam; setelah 1 jam, cabut pulpen tersebut
dan masukkan sumbu. Sumbat bagian yang longgar dengan kapas; selanjutnya membungkus
tabung tersebut dengan Lakban hitam namun sisakan lubang pada tengah-tengah
tabung pada bagian sumbu.
4.
Manfaat
kembang api antara lain untuk perayaan
hari-hari penting upacara adat, keagamaan, upacara pernikahan, festival kembang api,
bisnis musiman. Adapun kerugian yang
dapat ditimbulkan oleh adanya kembang api yaitu pencemaran lingkungan, ledakan
yang membahayakan.
DAFTAR PUSTAKA
Michael S. Russell. The Chemistry Of Fireworks 2nd Edition.
Published by The Royal Society of Chemistry.
Thomas Graham House. 2009. Science Park.
Miton Road. 2009. Cambridge CB40WF, UK.
Chirtopher Cooper. 2000. Jendela Iptek Seri 4: Materi. Jakarta :
PT Balai Pustaka
John A.
Wickham, Jr.1988. Military Explosive. Headquarters Department
Or The Army Washington, D.C.
(diakses tgl 26 april
2013)
http://hongkong.panduanwisata.com/event-dan-festival/semaraknya-festival-kembang-api-di-tai-hang-hongkong/
http://winphann.blogspot.com/search/label/Kembang%20Api