Minggu, 29 Juni 2014

Biarkanlah hari terus berlari


Biarkanlah hari terus berlari
Tetaplah jadi manusia mulia, apa pun yang terjadi
Janganlah galau dengan tiap kejadian sehari-hari
Karena tak ada yang abadi, semua kan datang dan pergi
Jadilah pemberani melawan rasa takutmu sendiri
Karena lapang dan tulus adalah dirimu sejati
Janganlah pandang hina musuhmu
Karena jika ia menghinamu, itu ujian tersendiri bagimu
Takkan abadi segala suka serta lara
Takkan kekal segala sengsara serta sejahtera

Merantaulah. Gapailah setinggi-tingginya impianmu
Bepergianlah. Maka ada lima keutamaan untukmu
Melipur duka dan memulai penghidupan baru
Memperkaya budi, pergaulan yang terpuji,
serta meluaskan ilmu

Diadaptasi dari bait syair-syair Imam Syafi’i (767-820 M) - - - > diambil dari novel Rantau 1 Muara, A. Fuadi

Hati bagai Padi


Hati bagai Padi
Sahabat tahukah kau? Hati kita itu layaknya padi yang tumbuh di sawah. Yaah, hatimu itu bagai padi dan kau adalah sang petani itu… kita semua pasti tahu apa tugas petani, yup, benar sekali.. tugasnya adalah bertani. Hehehe
Jadi begini, ketika kita menjadi petani, maka layaknya yang kita lakukan adalah merawat, memelihara padi dengan baik. Ketika ada hama-hama pengganggu, maka kita harus segara memberantasnya, agar sang padi bisa tumbuh baik dengan semestinya. Sudah menjadi sunnatullah, bahwa siapa yang menanam dia akan menuai. Ketika kita telah merawat dan memelihara sang padi dengan baik, maka yakinlah bahwa kita pun akan menuai hasil yang baik pula, dan sudah pasti juragan yang akan datang membeli padi pun adalah juragan terbaik dimasanya. #Insya_Allah
Begitu pula dengan hati… ketika kita bisa menjaga hati dengan baik, maka aura yang terpancar dari dalam diri adalah aura yang baik. Maka, tak dapat diragukan lagi bahwa pangeran yang akan datang pun adalah pangeran terbaik yang telah Allah tetapkan. Percayalah.. janji Allah itu pasti, yang baik akan mendapatkan yang baik pula. Subhaanallah… ^^
Oleh karena itu, untuk saat ini ketika sang pangeran terbaik belum datang menjemput, maka yang patut kita lakukan adalah belajar menjadi petani yang baik, yaitu menjaga hati dengan baik, segera memberantas dengan tegas ketika ada virus-virus yang mulai menginveksi hati. Memperbaiki diri sepanjang masa menunggu, mengisi dengan hal-hal yang positif, agar tak sia-sia masa menunggunya. Dan… subhaanallah karena pasti penantian pun akan memiliki ujung (penantian yang berujung-red) pangeran terbaik pun datang di waktu yang tepat dan terbaik yang telah Allah tetapkan.
Duhai sahabat, percayalah.. bahwa jodoh tak akan tertukar. Selagi menunggu, jangan memubadzirkan perasaanmu, jangan memubadzirkan pikiranmu, jangan menyia-nyiakan waktumu hanya untuk seseorang yang kau sebut dia sebagai “pacar” yang belum jelas apakah dia jodohmu atau bukan. Naudzubillah… usaha terbaik untuk menjemput jodoh adalah dengan terus dan terus berusaha memperbaiki diri.
Tetap semangat untuk selalu memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT Yang Maha Pembolak-balik Hati. Karena jodoh adalah rahasia Ilahi, maka sudah sepatutnya kita untuk selalu memperbaiki diri.. ^^
~ SEKIAAANNN~

Jadikan Hatimu Seluas Telaga


Jadikan Hatimu Seluas Telaga
Alkisah, pada suatu masa ada seorang pemuda yang sedang dirundung duka, penat, lelah dan hampa hidupnya. Air muka keruh dan langkah yang gontai mengantarkan pemuda itu untuk bertemu dengan orang bijak, seorang kakek tua.
Dalam bayang-bayang masalah dan himpitan kesulitan, sang pemuda menceritakan semua masalah yang membebani hidupnya. Si kakek menyimak dengan seksama. Usai pemuda berkeluh kesah, lalu si kakek memasukan garam kedalam sebuah gelas. “Coba minum ini, dan katakana bagaimana rasanya?” Kata si kakek. “Pahit, pahit sekali!” seru sang pemuda.
Si kakek tersenyum melihat ekspresi tamunya. Diajaknyalah pemuda itu ke telaga yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Sesampainya di tepi telaga, kembali si kakek menaburkan garam ke telaga. Lalu diaduklah air telaga dengan sebatang kayu. “Coba ambil air dari telaga ini, dan minumlah!”
Usai pemuda itu mereguk air telaga, si kakek bertanya, “Bagaimana rasanya?”
“Segar.” Jawab pemuda itu. “Apakah kamu merasakan garam di air itu?” Tanya si kakek lagi. “Tidak.” Jawab sang pemuda.
Si kakek dan pemuda itu duduk di tepi telaga. “Anak muda, dengarlah.” Kata si kakek, “Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah rasa pahit itu sama dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan semakin tergantung dari wadah yang kita miliki. Kapahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. “
Sang pemuda dengan seksama menyimak nasihat si kakek. Sebuah nasihat sederhana yang penuh dengan makna. “Hatimu, adalah wadah itu.” Lanjut kakek penuh tenang, “Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung seglanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”
Ada pelajaran dari kisah ini. ketika segenggam garam dimasukan kedalam gelas, beda rasa airnya dengan segenggam garam yang dimasukan kedalam telaga. Air dalam gelas tentu akan terasa sangat pahit dibanding air telaga. Pun demikian dengan hati dan masalah. Semakin besar hati, maka masalah yang dihadapi akan semakin ringan. Semoga Allah melapangkan hati kita, lebih luas dari telaga, dari laut dan dari samudera alam raya. Aamiin.. ^^
Rasulullah Saw bersabda, “Kekayaan itu bukanlah kekayaan pada banyaknya harta, tetapi kekayaan sejati adalah kekayaan jiwa.” (H.R. Muslim)

Sabtu, 19 April 2014

Realis Baik Hati (saya tipe kepribadian)

Realis Baik Hati (saya tipe kepribadian)



Tipe Realis Baik Hati adalah pribadi-pribadi yang hangat dan suka menolong. Mereka melakukan pekerjaan mereka dengan sungguh-sungguh dan memiliki bakat mengorganisir yang menonjol. Seringnya mereka merasa terikat dengan nilai-nilai tradisional. Keluarga, khususnya, sangat penting bagi tipe Realis Baik Hati. Kepuasan tertinggi mereka adalah ketika menjadikan diri mereka berguna dan mengurus orang lain. Namun mereka tidak suka menonjolkan diri; mereka lebih suka menuntaskan pekerjaan mereka di luar sorotan. Tipe Realis Baik Hati adalah pecandu kerja yang sesungguhnya; mereka sangat bisa diandalkan dan tidak ada yang berlebihan bagi mereka dalam urusan menyelesaikan pekerjaan. Ketelitian, kesungguhan, dan kepatuhan adalah kekuatan-kekuatan mereka. Mereka lebih suka situasi yang tertata dan akrab ketimbang situasi baru dan belum diketahui.

Dalam menghadapi orang lain, tipe Realis Baik Hati sangat menjaga perasan dan senang menolong; dengan senang hati mereka selalu mengesampingkan kebutuhan mereka sendiri demi keluarga dan teman-teman mereka. Rumah mereka biasanya sangat resik, hangat, dan rapi. Perfeksionisme di satu sisi dan ketidaksukaan mereka untuk mendelegasikan tugas di sisi lainnya sering membuat mereka menanggung terlalu banyak tanggung jawab baik secara profesional maupun pribadi. Mereka tidak tahan ketidakselarasan; konflik membuat mereka sangat tidak bahagia. Anda nyaris bisa menjuluki mereka kecanduan harmoni – dan ini terkadang membuat mereka mengabaikan diri sendiri dan keinginan-keinginan mereka sendiri karena mereka tidak mampu menolak.

Tipe Realis Baik Hati mengidamkan hubungan seumur hidup yang stabil dan penuh kepercayaan. Pernikahan dan keluarga sangat penting bagi mereka. Mereka mengurus pasangan mereka dengan pernuh perhatian dan kasih sayang serta banyak mengalah demi hubungan yang harmonis. Mereka juga teman yang setia dan dapat diandalkan. Namun demikian, mereka dapat sangat terluka jika komitmen mereka terhadap orang lain terlalu lama tidak dihargai.

Jumat, 04 April 2014

Program Konversi Suhu --> Program Pacal

program konversi_suhu;
uses
        crt;
var
        c,c1:integer;
        f,k,k1,f1:real;
        jawaban:char;
begin
        clrscr;
        writeln('________PROGRAM KONVERSI SUHU________');
        writeln('       dibuat oleh ................. ');
        writeln('       NIM .......                   ');
        writeln('       PRODI ....................... ');
        writeln;
        writeln;
        writeln('_____________________________________');
        writeln('CELCIUS        KELVIN          FAHRENHEIT');
        writeln('_____________________________________');
        for c:=1 to 15 do
                begin
                        k:=c+273.15;
                        f:=(c*1.8)+32;
                        writeln(c:5, k:15:2, f:12:2);
                end;
        writeln('_____________________________________');
        writeln;
        writeln;
        writeln('Apakah anda ingin mencoba mengkonversi suhu yang lain?(Y/T)');
        readln(jawaban);
        clrscr;
        if (jawaban='Y') or (jawaban='y') then
                begin
                        writeln('TULISKAN BESARNYA SUHU YANG AKAN DIKONVERSI');
                        writeln;
                        write ('besarnya suhu (dalam Celcius) : ');
                        readln (c1);
                        k1:=c+273.15;
                        f1:=(c1*1.8)+32;
                        writeln('maka besarnya suhu (dalam Kelvin) adalah : ',k1:2:2,'Kelvin');
                        write ('maka besarnya suhu (dalam Fahrenheit) adalah : ',f1:2:2,'Fahrenheit');
                        readln;
                end;

end.

La Tahzan ^^

Jangan Bersedih, Ingatlah Allah selalu!
#Buku La Tahzan hal 92-93

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." {QS Ar-Ra'd: 28}

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu , dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku." {QS Al-Baqarah : 152}

"Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya." {QS Al-Ahzab: 41}

"Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi." {QS Al-Munafiqun : 9}

"...Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa..." {QS Al-KAhfi : 24}

"Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri , dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar)." {QS Ath-Thuur : 48-49}

"Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." {QS Al-Anfaal: 45}

*Spesial Song

Jangan Bersedih
edCoustic

Dunia ini masih seluas yang kau impikan
Tak perlu kau simpan luka itu
Sedalam yang kau rasa

Memang ada waktu
Agar kau bisa kembali semula
Percayalah padaku
Kita kan bisa melewatinya

Reff :
Jangan bersedih oh kawanku
Aku masih ada di sini
Semua pasti kan berlalu
Aku kan selalu bersamamu

Jalan hidup tak selamanya indah
Ada suka ada duka
Jalani semua yang kau rasakan
kita pasti bisa

#spesial moment @12November2013

spesial mustadir ^^

Assalamu’alaikum wr.wb

Apa kabar teman2 sekalian, hari ini mau share ilmu baru nih.. dapet dari lingkaran kecil di kampus tercinta.. ^^ @03 April 2014
Langsung saja yaahh..

Kalo ada pertanyaan seperti ini : sudah berapa lembar tilawahmu hari ini dari sejak membuka mata (bangun tidur) hingga saat sekarang kamu terjaga??? Apa yang kau jawab jika ternyata sehalaman pun kau belum menuntaskannya.. Astaghfirullah, sediih rasanya.. betapa kufurnya diri ini, padahal di bumi palestina sana mereka malu ketika jawaban pertanyaan diatas mereka baru membaca 1 juz dalam 1 hari.. jika kita mengetahui ini betapa malu pada diri sendiri.. betapa futur diri ini, di negeri yang damai ini tilawah kita belum sepadan dengan para mujahid di bumi palestina.. :’) betapa rasanya menjadi mereka yang harus tilawah ditengah hiruk pikuknya dentuman bunyi senjata api yang menghantam tanah air mereka.. tapi, masyaAllah… iri sekali melihat semangat mereka berjihad tanpa harus melupakan Allah yang Maha Dekat.. mungkin, terlalu banyak dosa yang telah dilakukan, terlalu banyak kekhilafan2 yang terjadi.. hingga akhirnya menjauhkan kita pada firman-Nya.. :’(
          Sooo, jangan galau… ayoook move up kawan.. ^^ bangkitlah dari kefuturan.. lantas apa sih tips yang bisa mendekatkan interaksi kita dengan AlQuran??
Ini diaa, 7 tips agar kuat berinteraksi dengan Quran: 

1. Tasobbur
Menyabarkan diri berlama-lama dengan Quran.
لَيْسُواْ سَوَاء مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَآئِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللّهِ آنَاء اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ
Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus , mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). {QS Ali Imran : 113}

2. Berusaha mencari motivasi agar dekat dengan Quran
1)Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Qur'an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur'an yang mena'jubkan, 2) (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami, 3)dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak. {QS Al Jin ayat 1-3}

3. Senang membaca Quran dalam waktu yang lama
Di antara para sahabat yang masyhur selalu bersama al-Qur`an adalah Utsman bin Affan RA, sehingga diriwayatkan bahwa beliau pernah berkata: ‘Jikalau hati kamu bersih niscaya kamu tidak pernah kenyang dari Kalamullah.”

4. Punya waktu khusus untuk membaca Quran

5. Senang bergaul dengan orang yang suka membaca Quran 

6. Banyak melakukan amal saleh
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. {QS Al Israa  ayat 7}

7. Syarat orang yang bertaqwa

114. Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan. mereka itu termasuk orang-orang yang saleh. {QS Ali Imran ayat 114}


“Tidak boleh ghibthah (menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain) kecuali dalam dua hal: (pertama) orang yang diberikan Allah SWT keahlian tentang al-Qur`an, maka dia melaksanakannya (membaca dan mengamalkannya) malam dan siang hari. Dan seorang yang diberi oleh Allah SWT kekayaan harta, maka ia infakkan sepanjang hari dan malam.”Muttafaqun alaih".


cukup sekian dan terima kasih kawan,.. apabila ada kesalahan penulisan atau kata yang kurang tepat, mohon masukannya.. ^^ jangan lupa sering2 mampir.. ^^ 

Wassalamu'alaikum wr.wb